Apa Itu Agama ? Siapa Yang Mengajari ?

Apa Itu Agama ? Siapa Yang Mengajari ?

Assalamualaykum Sahabat Santri Yang semoga slalu diberkahi di manapun berada, pengalaman saya saat mondok di surabaya adalah belajar salah satu hadits yang ada dalam Kitab Arba’in Nawawi Yang membahas tentang AGAMA .

Ustadz yang mengajarkan Saya waktu Itu adalah ustadz yang juga sekaligus menerima Setoran hafalan AL-Qur’an saya beliau bernama Ustadz Walid (dalam bahasa arab memiliki Arti Orang Tua) dan waktu itu nama Hijrah saya Waktu masuk pondok adalah Wildan (bermakna jamak anak anak) masih sama artinya dengan yogi (anak) nama Lahir. semoga beliau slalu mendapat limpahan Rahmat dan Anugerah ALLAH yang tidak terkira karena telah mendidik banyak santri yang sudah tersebar ke berbagai tempat di kampung halaman masing-masing, dan saya adalah salah satu santri yang dekat dengan beliau di saat-saat tertentu dalam proses Belajar mengajar kalo tidak salah kisaran tahun 2008-2010 .

Hadits Arbai’n Nawawi ke 2 (pembahasan dasar agama)

Dalam Pembahasan kali ini dari pengetahuan dari hadits tersebut yang sampai saat ini saya ketahui adalah bahwa ternyata Pokok Agama yang saya pelajari dulu dulu tentang Rukun Islam, Rukun Iman adalah dari Hadits Arba’in Nawawi ini namun lebih komplit lagi yaitu ada yang namanya Ihsan Serta Tentang Yakin kita terhadap Hari Akhir (Kiamat) Yang mana Rasulullah tidak mengetahui bahkan Malaikat Hanya memberitahukan Tanda Tandanya kepada Nabi Kita Muhammad S.A.W .

Hadits Ini di Riwayatkan Oleh Saiyyidina Umar Bin Khotob R.A Berikut Bunyi Text Haditsnya :

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ،

حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد

أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً

قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ،

قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ .

قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا،

قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا،

ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .

[رواه مسلم]

Apa itu Agama

Yang maknanya :

Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam

Suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya.

Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad,

Beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah,

Engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “.

Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang  membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“.

Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”.

Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata:  “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda:  “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian)  berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar.

Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya (kepada Sayidina Umar R.A): “ Wahai Umar,Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku(Umar R.A) berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “.

(Riwayat Muslim)

Poin Penting Dasar Agama

Maka barulah terjawab Bahwa Hikmahnya Malaikat Jibril A.S Menjelma (berubah bentuk) menjadi Manusia Yang Sangat Bersih dan Terlhat Asing adalah mendatangi Nabi ditengah Majlis Para Sahabat Rodiallahu Anhum yang saat itu sedang bersama Rasulullah, tentu saja tidak lain adalah memberitahukan tentang Apa Itu AGAMA dan inilah yang sampai sekarang menjadi Pegangan ummat islam tentang ;

Rukun ISLAM ada 5 :

  1. Mengucap 2 Kalimah Syahadat
  2. Sholat
  3. Zakat
  4. Puasa pada Bulan Ramadhan
  5. Dan Berhaji Bagi yang telah mampu

Rukun Iman ada 6 :

  1. Beriman kepada Allah,
  2. Beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya,
  3. Beriman kepada Kitab-kitab-Nya,
  4. Beriman kepada Rasul-rasul-Nya
  5. Beriman kepada Hari akhir (Kiamat)
  6. Beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk

Ihsan adalah Seakan Merasa Melihat ALLAH jika tidak bisa maka Merasa Dilihat oleh ALLAH

Agama Adalah Nasihat

Dan dalam hadits Arba’in Pun Ada Hadits yang menceritakan tentang Apa itu AGAMA yaitu hadits ke 7 yang di riwayatkan Oleh Abu Ruqoyyah R.A : (1)

عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْمٍ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِي رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Ruqoyyah Tamim bin Aus Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya.” (HR. Muslim)

jadi selain ada pokok pokok ajaran AGAMA ada rukun rukun ya maka Agama Itu sendiri adalah Nasehat yang Mana setiap Nasehat baik dan bisa di amalkan akan merubah suasana dan keadaan sekitar menjadi lebih baik sehingga :

  1. Nasehat Untuk ALLAH maksudnya adalah kita Beriman dan tidak menyekutukanya menta’ati semua perintah ALLAH dan menjauhi segala larangan ALLAH,
  2. Nasehat Untuk Kitabnya Yaitu Meyakini dan mengamalkan Kandugan Kitab Suci,
  3. Nasehat Untuk Rasulnya maksudnya membenarkan Apa yang beliau bawa mengikuti perintah dan menjauhi laranganya serta mengangungkan beliau dan bahkan dengan cara Kita meniru niru dan mencontoh Akhlak Rasulullah S.A.W,
  4. Nasehat Untuk pemimpin-pemimpin muslim bermaksud menolong dan membantu urusan mereka namun ada yang berpendapat bahwa yang di maksud A’immah adalah Para Ulama’ bermakna mengikuti ajaran perkataan mereka dan meneladaninya ,
  5. Nasehat untuk ummat islam umumnya adalah bermaksud memberikan bimbingan atau nasehat untuk kemaslahatan dunia dan akhirat mereka, tidak menyakiti serta mengajari mereka apa yang belum mereka tahu dan Amar ma’ruf Nahi Munkar terhadap mereka yaitu mendorong untuk berbuat kebaikan dan mencegah dari berbuat keburukan .

maka isi dan kandungan dalam hadits ini mengenai AGAMA adalah Nasehat maknanya sangatlah luas dan bahkan meliputi poros dalam kehidupan kita sehari hari . yang mana nasehat ini adalah perkataan dan juga di sambut dengan perbuatan sehingga jika dalam suatu kelompok atau kaum tidak ada nasehat maka akan berdosa karena nasehat adalah bagian dari AGAMA dan hukumnya Fardhu Kifayah

Sumber Literasi:

(1) https://indonesiainside.id/risalah/2020/01/22/hadits-arbain-7-agama-adalah-nasihat

 

 

santri
Follow me on

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *