Kisah Pengalaman Pertama di pondok (Part 2)

Kisah Pengalaman Pertama di pondok (Part 2)

Assalamualaykum warahmatullah Sahabat santri yang semoga di berkahi dimanapun berada, saya ingin menceritakan lagi kelanjutan saya pertama masuk pondok, tentu saja dari pengalaman yang saya jalani sendiri sejak lulus sd jika part sebelumnya terlewat bisa baca terlebih dahulu Part 1 .

sebelumnya saya bercerita tentang awal mula sedih karena ditinggal pulang setelah di masukan ke pondok, bagaimana tidak sedih yang sebelumnya penuh kebebasan dari hal hal yang saya senangi di masa masa senangnya bermain, malang saat itu harus dikurung dalam ruangan hanya untuk mengaji.

di tengah kesibukan mengaji tersebut pun harus tertib dengan ketentuan pondok pesantren yang mana di larang keluar kecuali petugas Khidmat (Bagian Masakin santri / Bagian Dapur ) . dan karena waktu itu saya masih kecil umur 14-15 tahun lulusan SD jadi oleh ustadz belum di perbolehkan atau belum di beri tugas masak apalagi masih baru.

Aktifitas Pertama Kali di pondok Pesantren Surabaya :

dan berikut ini program yang saya jalani selama di pondok masa awal masuk, yang masih saya ingat waktu itu adalah.

  1. Mulai Pagi Bangun Langsung wudhu lalu baris sesuai shof sholat karena waktu itu saya tinggal di lantai 2 Rumah Bangunan Baru . yang mana ngaji dan sholat berjamaah di Bangunan 3 Lantai ,namun di lantai yang ke 2 tersebut
  2. Setelah shubuh dzikir sambil ngantuk, setelah dzikir ngaji sampai jam 6 sambil setoran AL-Qur’an jika sudah dapat hafalan, kalo nggak dapat hafalan ya pastinya aan di hukum alias di rotan tanganya (untuk efek jera dan tidak malas menghafal) kecuali santri baru seperti saya masih di maklumi hehe.
  3. Setelah jam 6 banyak yang tepar tidur karena ,sambil nunggu waktu makan +periapan ngaji jam 8 nanti supaya tidak ngantuk. tapi ada juga yang langsung ke lantai 1 dan lantai 3 nyuci baju . dan disinilah ujian baru lagi kalo kelamaan ngerendem baju siap siap kena buang santri . atau kalo tidak lekas di ambil jemuranya akan jatuh da jadi kotor lagi. benar benar harus mandiri dan jauh dari kata kata manja kalo sudah masuk pondok . ( disinilah mental kita di latih sejak kecil ).
  4. Tapi tidak jarang juga ada teman yang mengutamakan bermain setelah ngaji dan waktu masuk program siang akhirnya ngantuk dan santri memang sudah biasa langganan mengantuk (dan bagi yang mengantuk harus segera ber wudhu) supaya bisa melanjutkan, melancarkan bacaan hafalan dan mengulang ulang hafalan untuk di simak kawan.
  5. setelah jam 8-9 siang istirahat maka jam 10-11 mulai masuk lagi untuk aktifitas ngaji Qur’an ,
  6. Jam 11 siang kita istirahat (Qoilulah) adalah salah satu sunah yang diamalkan untuk menyambut persiapan datangnya sholat dzuhur
  7. setelah sholat dzuhur belajar bhs Arab / Diniyah ringan sebelum makan siang jam 1 an .
  8. setelah makan siang mulai istirahat sampai ashar yang mana ini waktu istirahat yang seharusnya di pakai untuk persiapan program mulai ashar sampai malam nanti.
  9. beberapa menit sebelum ashar semua santri akan dibangunkan dan mulai menata shof sholat berjamaah. mungkin waktu itu saya masih kecil jadi jamaah sholatya di rumah sedangkan beberapa orang dewasa mungkin sholatnnya sudah di musholla atau masjid sekitar pondok.karena memang santri kecil waktu itu saya full di 1 bangunan 3 lantai yang lumayan luas sekali.
  10. setelah sholat ashar seperti biasa dzikir pagi petang berjamaah dan mulai mengambil meja / dampar masing-masing untuk mulai mengaji  sampai jam 05.30 (waktu setelah ashar biasanya di gunakan untuk setoran ulang hafalan yang sebelumnya pernah di setorkan kemaren-kemaren  untuk tetap menjaga hafalan Qur’an supaya lebih kuat terjaga.
  11. jam 05.30 mulai pembagia tugas bersih-bersih (nyapu,ngepel,membersihkan kamar mandi dll) sesuai tugas masing masing . yang mana pengawasnya adalah santri yang sudah dewasa dan sesama santri sendiri juga saling mengingatkan tugasnya , karena waktu ini sangat mepet belum lagi antri mandi persiapan masuk maghrib.
  12. di waktu maghrib sampai isya’ inilah mulai kita mencari hafalan baru yang akan di setorkan di pagi hari , kalo maghrib isya’ ini istilahnya kenalan dulu dengan bacaan maka nanti sekitar jam 8 nan sampai jam 9 malam mulai serius mengulang ulang bacaan yang akan disusun menjadi hafalan kedalam otak untuk di setorkan pagi hari . ( di saat itu awal awal ngafal saya sangat blepotan karena memang belum banyak betul dalam hal tajwid terutama) .
  13. setelah selesai jam 9 belajar diniyah seperti hadits fiqih dan kitab kitab ulama’ yang di ajarkan para ustadz waktu itu termasuk waktu itu saya baru bisa hafal ayat qursi adalah pada waktu belajar diniyah malam (ternyata ayat kursi) untuk mengusir syetan dan waktu itu saya merasa keren hafal ayat kursi hehe . karena masih hafalan Juz Amma untuk setoran hafalanya tiap pagi (namanya juga santri baru)  .
  14. setelah belajar diniyah inilah waktu para santri akan di oprak oprak ustadz untuk segera tidur untuk persiapan besok setoran karena jika tidak setoran dan begadang malam pasti ngantuk dan bisa jadi kena hukuman waktu tidak lancar setoran hafalanya . (mendidik untuk tanggung jawab)
  15. Pagi Di Bangunkan jam 3.30 sebelum shubuh untuk sholat tahajud , disini biasanya waktu untuk persiapan memantapkan hafalan qur’an sebelum di setorkan pada saat shubu pagi. namun waktu ini juga waktu yang berat karena waktunya mengantuk ria walaupun sambil duduk .karena sambil dzikir nunggu shubuh …

berkahilah para santriItulah beberapa aktifitas yang masih saya ingat, awal waktu itu yang masih masuk hafalan Juz Amma, saat masih beberapa bulan awal masuk pondok di umur 15 tahun .

dan saya menulis ini sekarang di umur saya yang ke 30 tahun, jadi 15 tahun lalu alhamdulillah masih ingat masa masa di pondok awal masuk da beberapa aktifitas .

dan awal masuk pesantren di surabaya saat itu Pengasuh Pondoknya bernama Ust. Arif (sekarang sudah memiliki pondok sendiri di Temas Kota Batu)

santri
Follow me on

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *