Modal Utama Keberkahan di Mulai dari Rasa Syukur

Modal Utama Keberkahan di Mulai dari Rasa Syukur

Assalamualaykum para santri sekalian yag berbahagia ,sungguh Sebelum kita mulai pembelajaran Mari kita bersholawat bersama kepada junjungan Nabi kita Sayyidina Muhammad Sollallhu Alayhi Wasallam Berkat beliau kita mash diberikan nikmat iman dan islam hingga sekarang kita menjadi seorag muslim yang mengikuti jalan para sholihin dan para Ulama’ yang mukhlisin dalam menyampaikan ilmunya.

Bertambahnya keberkahan dan nikmat ALLAH

Keberkahan dalam hidup kita datangnya bukanlah dari yang banyak bahkan banyak keberkahan yang nyatanya datang dari yang sedikit, sebab dari yang sedikit yang kita syukuri maka ALLAH pasti akan tambah dengan nikmat yang lebih besar, seberapapun harta kita jika ingin memperoleh keberkahan mulailah dari apapun yang sudah kita terima dari rezeki yang ALLAH telah berikan karena Haqiqatnya semua pemberian yang telah kita terima ini adalah suatu nikmat yang sangat besar dari ALLAH Subhanahu Wata’ala

sebagaimana dalam firman Allah di dalam Al Qur’an Surat Ibrahim Ayat ke 7 (tujuh) , yang berbunyi :

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Terjemahan:
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
Tafsir Ringkas Kemenag RI:
Dan ingatlah pula ketika Tuhanmu memaklumkan suatu maklumat yang dikukuhkan, “Sesungguhnya Aku bersumpah, jika kamu bersyukur atas nikmat-nikmat-Ku kepadamu, niscaya Aku akan menambah kepadamu nikmat lebih banyak lagi, tetapi sebaliknya, jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.”
dari sini sudah jelas bahwa setiap nikmat yang kita syukuri maka Akan Allah tambah dimana sangat serasi dengan keberkahan yang mana Imam Ghozali memaknai keberkahan dengan Ziadatul Khoir : bertambahnya kebaikan dan keberkahan ini datangnya adalah Mutlaq dari ALLAH bukan dari Makhluk yang tampak mata kita adapun makhluk hanyalah perantara datangnya keberkahan itu sendiri .
Rezeki berkah belum tentu dengan melimpahnya harta karena jika kita mudah mengartikan keberkahan dengan melimpahnya harta maka tentuya kita akan kalah dari orang orang yang di beri kelimpahan harta oleh ALLAH namun durhaka terhadap ALLAH ,tentu saja ada contohnya yaitu Qorun Fir’aun dan para para Raja terdahulu yang mengingkari Para Rasul yang mana mereka di akhir hayatnya menjadi pembelajaran kita sebagai Petinggi dan kaum yang tercela yang tidak layak di jaddikan contoh karena telah membangkang dengan perintah ALLAH melalui para Nabi dan Rasul.

keberkahan yang di mulai dari diri sendiri

keberkahan hidup yang dimulai dari diri sendiri contohnya dengan bertambahnya rasa syukur kita kepada ALLAH dengan menjalankan perintah perintahnya dan menjauhi hal hal yang haramkan serta banyak brmanfaat untuk orang banyak meskipun dari hal hal yang kecil dan kelihatanya sepele , jika kita berharap keberkahan namun kita menentang perintah ALLAH dan mengerjakan hal hal yang dilarang oleh ALLAH maka kita sendiri kedepanya akan susah sendiri dengan mempertanggung jawabkan perbuatan kita dunia akhirat adakalanya kita mendapat ujian dan coba’an yang terus menerus saat di dunia sebelum akhirnya kita mendapatkan adzab di akhirat karena hidup kita jauh dari Keberkahan.
di mulai dari diri sendiri maka tidak menutup kemungkinan ALLAH akan mudahkan lingkungan sendiripun menjadi Tempat yang mendatangkan berkah karena juga sudah menjadi ketetapan ALLAH turunya berkah kepada orang orang yang beriman dan bertaqwa sebagaimana Pada Zaman ke emasan Islam kaarena keberkahan tidak harus banyaknya harta karena kebaikan dan kebahagiaan yang sebenarnya adalah dari hati dan lingkungan orang orang yang bertaqwa
sebagaimana firmann ALLAH dan AL-qur’an Surat Al-A’raf Ayat 98

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

 

Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Semoga tempat kelahira kita menjadi tempat yang di berkahi sehingga kita bisa istiqomah dalam beramal dan jauh dari penyakit penyakit hati yang menimbulkan ketidak berkahan dalam hidup kita sendiri.

santri
Follow me on

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *