Apakah pencitraan tampil mencolok itu termasuk syi’ar ISLAM

Apakah pencitraan tampil mencolok itu termasuk syi’ar ISLAM

Assalamualaykum Warahmatullah , Sahabat santri dimanapun berada dan semoga di beri kesehatan jasmani dan ruhani dalam beramal kebaikan, apa yang akan saya bahas tidak lepas dari judul yang saya buat diatas kadang orang beranggapan orang yang tampil mencolok itu di istilahkan dengan pencitraan, tapi dalam islam ada hal hal yang memang perlu mencolok untuk kebaikan Islam.

Semua Amalan Tergantug Niat

pada umumnya pencitraan adalah istilah bahasa yang kita kenal saat detik detik mulainya Per Politikan mulai mencuat di Negeri Ini, namun lambat laun istilah pencitraan di gunakan oleh kita orang umum untuk menilai seseorang dengan istilah ini, padahal apa yang pernah saya pelajari adalah semua Amalan yang tampak dan mencolok itu kembali ke niat seseorang masing-masing sebagaimana sabda nabi dari hadits yang pernah saya pelajari yaitu Hadits Arba’in Nawawi Hadits ke 1 Berikut Text haditsnya :

عن عمر بن الخطاب ، قال: سمعت رسول اللہ ﷺ يقول: إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى،

فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله،

ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه.

Artinya :

Dari Umar bin al-Khaththab, ia mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya amalan itu hanyalah tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan apa yang diniatkan nya. Barangsiapa yang (berniat) hijrah kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya. Barangsiapa (berniat) hijrah karena dunia yang bakal diraihnya atau wanita yang akan di nikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang diniatkannya itu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

niat dari hatidari hadits tersebut maka niat yang kita awali untuk tujuan dunia maka itulah yang akan kita tuju dan dapatkan begitu juga jika awal niat kita benar-benar lurus menghijrahkan hati dan fikiran kita untuk kepentingan Islam maka kita juga akan dapatkan ALLAH dan RASULNYA sebagai Penolong Kita meneguhkan Langkah kaki kita dengan istiqomah di kondisi apapun.

ALLAH Subhanahu Wata’ala Hanya Memandang Hati dan Amalan

Perkara niat ini mungkin bagi kita terlihat sepele karena niat adalah perkara yang tidak nampak oleh mata dzohir, namun perlu di ingat bahwa ALLAH hanya memandang Hati dan amalan kita ,

عن أبي هريرة قال قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم إن الله لا ينظر إلى صوركم وأموالكم ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم

Artinya :

Dari Abu Hurairah ia berkata, bahwa Rasulullah S.A.W bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” [HR. Muslim no. 2564]

allah memandang hati dan amalanALLAH tidak memandang hati saja atau amalan saja tapi memandang hati di sandingkan dengan amalan Maka inilah yang saya fahami bahwa sebagus bagus amalan kita jika salah niatnya maka Amalan tersebut hanya bernilai Duniawi sama juga kita berniat baik tapi kita tidak segera mengerjakan amalan baik tersebut maka niat baik kita tidak akan menjadi nyata dan di Nilai Ibadah kecuali hanya satu kebaikan sedangkan jika di kerjakan akan mendapat 10 Kebaikan bahkan lebih :

إِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْمَلَ حَسَنَةً فَلَمْ يَعْمَلْهَا فَاكْتُبُوْهَا لَهُ حَسَنَةً ؛ فَإِذَا عَمِلَهَا فَاكْتُبُوْهَا لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِـهَا إِلَى سَبْعِمِائَةٍ

Jika ia berniat mengerjakan kebaikan namun tidak mengerjakannya, maka di tulisakan sebagai satu kebaikan untuknya. Jika ia mengerjakan kebaikan tersebut, maka di tulisakan baginya sepuluh kali kebaikannya itu hingga tujuh ratus (kebaikan).’.

Pentingnya Syi’ar Islam Di AKHIR ZAMAN

Dari Sabda sabda Rasulullah tersebut maka setiap kita melakukan Amalan entah itu terlihat mencolok atau terlihat di depan publik jika Hati dan niat kita hanya untuk Syi’ar Islam supaya menjadi Contoh Tauladan, maka hal tersebut adalah pencitraan Islam Yang baik sebagaimana Para Sahabat Nabi yang semuanya berjuang semata hanya demi islam sehingga namanya sampai sekarang di kenang sebagai Pejuang pejuang Islam yang bisa di jadikan Tauladan Pejuang pejuang Islam Di Indonesia Khususnya saat perang melawa Penjajah dengan Ucapa Bismillah dan Takbir .

sedangkan jika hal tersebut di mulai dengan tujuan tujuan yang bukan karena Kebaikan Islam dan hanya untuk Kepentingan Materialistik semata maka hal tersebut adalah bernilai Duniawi saja dan hal tersebut pasti di dapat namun kita akan mengembalikan kepada ALLAH apakah Akhirat juga di dapat jika niatnya DUNIA SEMATA .

Rasulullah dan Para Sahabat

Karena di akhir zaman saat ini Syi’ar Islam (menampakan Keagungan Islam) adalah perkara yang sangat perlu di tampakan kepada generasi selanjutnya , jika banyak orang yang tidak malu menampakan kebudayaan yang jauh dari norma norma Islam maka kita sebagai Ummat islam justrunya lebih tidak malu lagi menampakan Islam Yang Menjadi Rahmatan Lil Aalamiin.

Karena kita justru harusnya lebih mengetahui siapa Nenek Moyang Kita yang ALLAH turunkan ke bumi karena melanggar Perintah ALLAH adalah semata-mata mejadi pelajaran bagi kita ummat Islam untuk intropeksi diri, Sehingga kita kembali kepada Fitroh Awal Manusia Di ciptakan Untuk negeri Akhirat dan dunia adalah sebagai jembatan menuju AKhirat, maka adanya dunia ini adalah sebagai tempat Bertaubat Tempat Ta’at Tempat Berbakti Tempat Beribadah Untuk mempersiapkan Kehidupan Kita yang selanjutnya, sehingga kita menjadikan dunia ini bukan jadi tujuan yang saklak karena kebodohan kita sendiri.

sebagaimana Firman ALLAH Azza Wa Jalla :

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16)

Contohnya :

  1. Mendapat Kepopuleran
  2. Menjadi Terkenal
  3. Dipuji,
  4. Di Kagumi
  5. Di Nilai Baik

Padahal Hal hal Tersebut itu Hak Mutlak ALLAH jika kita mau berniat hanya karena ALLAH dan menjadi hamba yang bersabar maka hal-hal tersebut bukanlah tujuan justru Para Ulama’ terdahulu justru takut jika Apa yang dia niatkan karena ALLAH di balas dunia , karena takut jika balasan tersebut adalah balasan yang di segerakan di Dunia  dan tidak mendapat bagian apa apa di akhirat kelak.

Bukanlah Mata Yang Buta tapi Hati Inilah yang sudah di butakan dengan Dunia, padahal Dunia Hanyalah Sarana Untuk Berlomba dalam AMAL KEBAIKAN dengan NIAT yang Hanya Karena ALLAH.

Kadang Mental Kita sebagai santri di Uji dalam menghadapi Lingkungan Hidup di tengah Masyarakat dan sebagai santri tentunya harus memiliki prinsip yang kuat dalam mengamalkan apa yang telah di pelajari saat di pondok pesantren dan harus mengetahui tentang Hal Hal Yang Wajib, Haram, Mubah, Makruh (di benci) ,Sunnah ,dan Bid’ah Syai’ah (perkara buruk Baru Yang melanggar Syareat) .

 

.

santri
Follow me on

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *